"The way to get started is to quit talking and begin doing" "I hope you enjoy reading in my blog"

Sabtu, 04 Februari 2012

Konteks Komunikasi


    Secara luas konteks disini bearti semua factor diluar orang-orang yang berkomunikasi, yang terdiri dari: Pertama, aspek bersifat  fisik seperti iklim, cuaca, suhu udara, bentuk ruangan, warna dinding, penataan tempat duduk, jumlah peserta komunikasi, dan alat yang tersedia untuk menyampaikan pesan: Kedua, aspek psikolog, seperti: sikap, kecendrungan, prasangka, dan emosi para peserta komunikasi: Ketiga, aspek social, seperti: norma kelompok, nilai social dan karakteristik budaya: dan Keempat, aspek waktu, yakni kapan berkomunikasi (hari apa, jam berapa, pagi, siang, sore, malam).
    Sebagaimana juga definisi komunikasi mengklasifikasikan komunikasi, kontek komunikasi yang diuraikan secara berlainan. Istilah-istilah lain juga digunakan untuk merujuk pada kontek ini. Selain istilah konteks (context) yang lazim, juga digunakan istilah tingkat (level), bentuk (type), situasi (situation), keadaan (setting), arena, jenis (kind), cara (mode), pertemuan (encounter), dan kategori. Menurut Verderber misalnya, konteks komunikasi terdiri dari: konteks fisik, konteks social, konteks historis, konteks psikolog, dan konteks cultural.

         Indicator paling umum untuk mengklasifikasikan komunikasi berdasarkan konteks atau tingkatnya adalah jumlah peserta yang terlibat dalam komunikasi. Maka dikenalah: komunikasi intrapribadi (intrapersonal), komunikasi antarpribadi (interpersonal), komunikasi kelompok, komunikasi visual, komunikasi organisasi, komunikasi massa. Salah satu pendekatan untuk pendekatan untuk membedakan konteks-konteks komunikasi adalah pendekatan situasional (situational approach) yang dikemukakan G. R. Miller.
            Komunikasi massa melibatkan banyak komunikator, berlangsung melalui system bermedia dengan jarak fisik yang rendah (artinya jauh), memungkinkan penggunaan satu atau dua saluran indrawi (penglihatan, pendengaran), dan biasanya tindak memungkinkan umpan balik segera. Sebaliknya, komunikasi antarpribadi melibatkan sejumlah komunikator yang relative kecil, berlangsung dengan jarak fisik yang dekat, bertatap muka, memungkinkan jumlah maksimum saluran indrawi, dan memungkinkan umpan balik segera. Kategori kelompok dan organisasi berada diantara kedua kategori komunikasi tersebut menyangkut keempat karakteristiknya: misalnya komunikasi organisasi lazimnya melibatkan lebih banyak komunikator daripada komunikasi massa. Tentu saja pandangan situasional terhadap konteks-konteks komunikasi tersebut adalah penyederhanaan dan terkesan statis. Dalam kenyataannya, komunikasi begitu dinamis: begitu banyak variasi komunikasi yang dapat kita temukan dengan nuansa yang berlainan.
            Kategori berdasarkan tingkat (level) paling lazim yang digunakan untuk melihat konteks komunikasi, dimulai dari komunikasi yang melibatkan jumlah peserta komunikasi yang paling sedikit hingga komunikasi yang melibatkan jumlah peserta yang paling banyak. Terdapat empat tingkat komunikasi yang disepakati banyak pakar, yaitu: komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi dan komunikasi massa. Beberapa pakar lain menambahkan komunikasi intrapribadi dan komunikasi visual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar